Sistem Informasi

 
 
 
 
 

Pendaftaran Mahasiswa


 
 
 
 

Kegiatan Mahasiswa

IMM Tegal Gelar Diskusi Hari Kartini.

Tegal, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhamammadiyah Tegal menggelar diskusi hari kartini Senin, 24 April 2017 di Kampus I Politeknik Muhammadiyah Tegal. Hadir dalam acara tersebut Puluhan Kader IMMawati Cabang Tegal Raya, Wadir Politeknik Muhammadiyah Tegal dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Tegal. Kegiatan Diskusi ini bertema “ Perempuan dan Tantangan Akhir Zaman” dengan pembicara Ibu Leili Fitriyah yang merupakan Sekretaris Aisyiyah sekaligus Sekretaris GOW Kota Tegal dan Ibu Laelatul Marroh dari FOKAL IMM Tegal.

Dalam kesempatan ini Bendahara Umum PC IMM Tegal Octiana Rizka Amalia Menyampaikan Kegiatan ini bertujuan membuka pola fikir IMMawati yang ada di Tegal untuk bisa berfikir kemajuan dan mampu berkiprah sebagai kodratnya wanita “ Dengan spirit kemajuan kita ciptakan Kartini-kartini masa depan untuk kemajuan Bangsa Indonesia “ Pungkasnya.

Dalam Materinya Ibu Leili Menyampaikan bahwai tantangan yang diterima oleh perempuan akhir zaman meliputi Teknologi informasi, politik, dan gaya hidup. Menurutnya ada beberapa karakter perempuan yang mewarnai kehidupan akhir zaman, misalnya perempuan sosialita yang erat dengan budaya Hedonisme.“Kembangkanlah ilmu dunia dan akhirat serta penguatan keluarga, jadilah perempuan yang cerdas, karena generasi yang cerdas lahir dari perempuan yang cerdas”, Tandas Ibu laeli memberikan solusi kepada Peserta.

Sementara Ayunda Ela sebutan akrab Laelatul Marroh menyampaikan tentang sisi kultur perempuan. Kartini merupakan perempuan jawa yang lahir dari keluarga ningrat, perempuan dengan pemikiran yang luar biasa maju saat itu, namun terbatas oleh adat yang berlaku. ”Jadi, Kartini masa kini itu ya kita semua yang akan menjadi agen perubahan ke depan. Bukan aktor penikmat perubahan.” Pungkasnya.

Kartini adalah salahsatu diantara perempuan hebat yang mampu memajukan kaum wanita di Indonesia, melalui tafsir Alfatihahnya Ia menulis karyanya Dari Gelap Menuju Cahaya. Namun diterjemahkan ke dalam bahasa belanda yang kemudian diartikan "Habis Gelap Terbitlah Terang". (oriza)

KOMINFOHUMAS
Politeknik Muhammadiyah Tegal, 2017